Banyaknya jumlah punduduk yang
meningkat di suatu wilayah menyebabkan sempitnya lapangan kerja sehingga
terjadi pengangguran. Mayoritas dalam wilayah yang ada disekitar saya merupakan
penduduk dalam usia kerja yaitu umur 15 th – 65 th. Namun, masih adapula penduduk yang
belum mendapatkan pekerjaan. Yang diuraikan sebagai berikut :
1. Untuk
Golongan Pengangguran Terbuka
Orang
yang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan. Berdasarkan
hasil observasi yang saya lakukan untuk pengangguran di sekitar saya tidak ada
walaupun bias kita sebut pengangguran terbuka itu contohnya Preman, tapi jarang
sekali di dalam sebuah bdesa itu terdapat preman.
2. Untuk
golongan pengangguran Terselubung
Orang yang bekerja tidak sesuai dengan
bakat dan kemampuan. Contohnya : Ada seorang mahasiswa di tehnik pemrograman
telekomunikasi, dia sebelumnya sekolah di SMK dengan jurusan tehnik otomotif.
Mungkin untuk masalah tehnik hamper ada kaitannya walaupun tidak sama persis.
Akan tetapi, setelah dia lulus dia mengambil pekerjaan sebagai pegawai Honorer
di kalurahan. Tindakan itu merupakan
pengangguran terselubung karena dia bekerja nkurang optimal akibat tidak
menyesuaikan dengan bakat dan kemampuannya sebagai ahli tehnik pemrograman
telekomunikasi.
Banyak pula di sekitar saya yang
termasuk pengangguran terselubung. Hal itu disebabkan kurangnya perencanaan
yang matang dari awal dalam memperssiapkan tahap-tahap menuju jenjang
kedepannya.
3. Untuk
Golongan Setengah Menganggur
Orang yang bekerja tetapi tenaganya termanfaatkan
diukur dari curahan jam kerja, produktivitas kerja dlam penghasilan yang
diperoleh. Untuk golongan setengah menganggur, disekitar saya tidak terlalu
banyak 1 atau 2. Misal, Tukang Ojek. Berangkat dari subuh untuk mendapatkan
selembar kertas yang bernilai rupiah. Seorang yang menunggu beberapa jam untuk
satu orang yang membutuhkan jasanya. Di waktu yang luang untuk menunggu
tersebutlah yang dinamakan dengan setengah menganggur.
Sungguh
sangat memprihatikan jika melihat keadaan masyarakat saat ini, waktu yang
terbuang habis dengan sia-sia dan tidak memperoleh hasil apapun. Pengangguran
itu sendiri disebabkan karena seseorang tidak bisa menyesuaikan dirinya sendiri
terhadap lingkungan kerja dan ketrampilan yang ia kuasai.
Saya
akan menganalisis pengangguran Struktural yang berada di sekitar saya.
Pengangguran Struktural sendiri disebabakn oleh perubahan struktur
perekonomian. Contoh yang nyata seperti di sekitar saya dahulu banyak
persawahan yang tehampar luas. Namun, semakin bertambahnya tahun, tanah-tanah
persawahan mulai berkurang. Hal itu disebabkan karena pembangunan gedung-gedung
atau pabrik-pabrik baru. Yang menjadi masalah adalah yang tadinya para petani memiliki lapangan pekerjaan
menjadi pengangguran akibat tanah lapangnya digunakan untuk pembangunan pabrik.
Pabrik-pabrik besar itu memperkerjakan para ahli industry untuk bekerja di
pabrik tersebut, sehingga orang yang tidak ahli industry (para petani) menjadi
pengangguran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar